cuitan "sebrang hati"




menggali jiwa yang sedang kesakitan ditempa angin badai
mengingat keluarbiasaan tindakan masa lampau
mencari kesejukan,ketenangan,dan kebaikan dikala jatuh
menanam jiwa dalam kesendirian dengan tuhan

alangkah naifnya hidup ini penuh dengan drama 
perbuatan dengan langkah yang salah
ternyata merubah pikiran dan keadaan dalam keterpurukan
andai kata waktu bisa diputar maka akan kuputar sampai pada titik kesalahanku itu
dan tak akan kulakukan bila tahu akhir cerita akan berbuah seperti ini

kepala dengan rasa yang sudah penuh
pilu,khawatir,menyesal berirama dengan hati menjadi gejolak penyesalan
badan perlahan berkurang daya bobotnya
mata selalu meneteskan air kesedihan 
bibir berucap "oh ayolah jangan seperti ini"
telingaku cukup diam mendengarkan omelan suaraku atas ketidak pastian

Komentar