a. Biografi Ibnu Kaldun
a. Biografi
Ibnu Kaldun
Nama
lengkap Ibnu Khaldun adalah Abd al-Rahman bin Muhammad bin Mohammad bin Hasan
bin Jabar bin Mohammad bin Ibrahim bin Abd al-Rahman bin Khaldun. Dia
dilahirkan di Tunisia, Afrika Utara, pada tahun 732 H atau 1332 M, dari
keluarga pendatang dari Andalusia, Spanyol Selatan, yang pindah ke Tunisia pada
pertengahan abad 7 H. Asal keluarga Ibn Khaldun yang sesungguhnya dari
Hadramaut, Yaman selatan. Nama Ibn Khaldun diambil dari nama kakeknya yang
kesembilan, Khalid bin Utsman. Kakeknya ini merupakan pendatang pertama dari
keluarga di Andalusia. Ibnu Khaldun mempunyai rumah tempat tinggal di
kelahirannya di jalan Turbah Bay, Tunisia. Dan sampai saat ini rumah tersebut
masih utuh dan digunakan untuk sekolah Idarah Ulya.
Keluarganya
berasal dari Hadramaut dan silsilahnya disampaikan kepada seorang sahabat Nabi
bernama Wayl ibn Hujr salah seorang cucu Wayl, Khalid ibn Utsman, memasuki
daerah Andalusia bersama orang-orang Arab penakluk di awal abad ke-3 H (9 M).
Anak cucu Khalid membentuk satu keluarga yang besar dengan nama Bani Khaldun.
Dari Bani inilah nama Ibnu Khaldun berasal. Bani Khaldun ini pertama kali
berkembang di kota Qarmunah di Andalusia. Di kota inilah mereka bertempat
tinggal sebelum hijrah ke kota Isybilia. Di kota yang terakhir ini bintang Bani
Khaldun mulai bersinar. Anggota keluarga Bani Khaldun menduduki beberapa
jabatan penting. Ketika dinasti al-Muwahhidun mengalami kemunduran di
Andalusia, Bani Hafs, penguasa Isybilia, hijrah ke Tunisia, Afrika karena
daerah kekuasaannya jatuh ketangan penguasa Kristen. Bani Khaldun juga ikut
hijrah ke sana. Abu Bakr di angkat menjadi gubernur di Tunisa, sementara
anaknya, Muhammad ibn Abi Bakr, kakek ibn Khaldun menjadi menteri kehakiman.
Walaupun kekuasaan Bani Hafsh di Tunisia jatuh ketangan pemimpin al-Muwahhidun,
Amir Abu Yahya alLihyani (711 H), kakek Ibn Khaldun tetap menduduki jabatan
penting. Akan tetapi, salah seorang puteranya, Abu Abdillah Muhammad, ayah Ibn
Khaldun, tidak terjun ke dunia politik dan cenderung memasuki dunia ilmu dan pendidikan.
Secara
umum kehidupan Ibn Khaldun dapat dibagi menjadi empat fase, yaitu: pertama fase
kelahiran, perkembangan, dan studi. Fase ini berlangsung sejak kelahiran sampai
usia dua puluh tahun, yaitu dari tahun 732 H/1332 M hingga tahun 751 H/1350 M.
Fase ini dilaluinya di Tunis. Kedua, fase bertugas di pemerintahan dan terjun
ke dunia politik di Magrib dan Andalusia, yaitu dari tahun 751 H/1350 M sampai
tahun 776 H/1374 M. Ketiga, fase kepengarangan, ketika dia berpikir dan
berkompetensi di Benteng Ibn Salamiah milik Banu Arif, yaitu sejak tahun 776 H/
1374 M sampai 784 H/1382 M. Keempat, fase mengajar dan bertugas sebagai Hakim
Negeri di Mesir, yaitu dari tahun 784 H/1382 M sampai wafatnya tahun 808 H/
1406 M.
Keluarga
Ibn Khaldun merupakan keluarga ilmuan dan terhormat yang telah berhasil
menghimpun antara jabatan ilmiah dan pemerintahan. Suatu jabatan yang belum
dijumpai dan mampu diraih orang pada masa itu. Sebelum menyebrang keAfrika,
keluarganya adalah para pemimpin politik di Moorish (Spanyol) selama beberapa
abad. Dengan latar belakang keluarganya yang demikian, ibn Khaldun memperoleh
dua orientasi yang kuat: pertama, cinta belajar dan ilmu pengetahuan, kedua
cinta jabatan dan pangkat. Kedua faktor tersebut sangat menentukan dalam
perkembangan pemikirannya
Ayahnya
bernama Abu Abdullah Muhammad. Ia berkecimpung dalam bidang politik. Kemudian
mengundurkan diri dari bidang politik serta menekuni ilmu pengetahuan dan
kesufian. Ia ahli dalam bahasa sastra Arab. Ia meninggal pada tahun pada tahun
794 H/1384 M akibat
wabah Pes yang melanda Afrika Utara dengan
meninggalkan lima orang anak, ketika ayahnya meninggal, ibn Khaldun pada waktu
itu baru berusia 18 tahun.
Toto
Suharto (2003:23-24) Ibn Khaldun, seorang filsuf sejarah yang berbakat dan
cendikiawan terbesar pada zamannya, salah seorang pemikir terkemuka yang pernah
dilahirkan. Sebelum Ibn Khaldun, sejarah hanya berkisar pada pencatatan
sederhana dari kejadian-kejadian tanpa ada pembedaan antara yang fakta dan
hasil rekaan.5 Ibn Khaldun hidup pada saat dimana dunia Islam mengalami
pergumulan dalam berbagai bidang, sebagai akibat adanya beberapa proses
peralihan kekuasaan pemerintahan. Dalam perspektif sejarah Islam, abad keempat
belas masehi merupakan masa kemunduran dan perpecahan, Pada masa kemunduran
Islam ini, banyak terjadi kekacauan historis yang sangat serius, baik dalam
tatanan politik maupun intelektual. Meskipun demikian, masa-masa kekacauan
biasanya merupakan kesempatan yang baik bagi lahirnya figur-figur utama yang
mempunyai semangat yang tinggi dalam ranah aksi dan pemikiran, seperti
kemunculan sejarawan besar Ibn Khaldun.
Ibn
Khaldun menghabiskan lebih dari dua pertiga umurnya di kawasan Afrika Barat
Laut, yang sekarang ini berdiri Negara-negara Tunisia, Aljazair dan Maroko,
serta Andalusia yang terletak diujung selatan Spanyol. Pada zaman itu kawasan
tersebut tidak pernah menikmati stabilitas dan ketenangan politik, sebaliknya
merupakan kancah perebutan dan pertarungan kekuasaan antar dinasti dan juga
pemberontakan sehingga kawasan itu atau sebagian darinya sering berpindah
tangan dari satu dinasti ke dinasti yang lain, atau dari satu cabang dinasti ke
cabang lain dari dinasti yang sama. Kenyataan tersebut sangat mewarnai
kehidupan termasuk karier Ibn Khaldun. Dia sering berpindah jabatan dan
berganti tuan dan pergantian tuan itu tidak selalu dilakukannya karena
terpaksa. Tidak jarang dia bergeser loyalitas dari satu dinasti ke dinasti
lain, atau cabang satu dinasti ke cabang lain dari dinasti yang sama, dengan sukarela
dan berencana berdasarkan perhitungan untung rugi pribadi. Dengan kata lain,
Ibn Khaldun telah membawa pula suasana politik yang sulit dengan perebutan
kekuasaan itu, dan melibatkan diri sebagai pemain dalam percaturan politik
dikawasan itu. Dan pada akhirnya Ibn Khaldun, wafat di
Kairo, Mesir. Pada 25 Ramadhan 808 H atau 19 Maret 1406 M.Ibn Khaldun meninggal
pada usia 74 tahun di Mesir. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman para sufi di
luar Bab al-Nashir, Kairo.
Komentar
Posting Komentar